jump to navigation

MANFAAT UPACARA BENDERA *) 4 Juli 2009

Posted by ai susanto in OSIS.
8 comments

Upacara sebenarnya juga bagian dari interaksi edukatif dan instrument/alat yang cukup efektif untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai tertentu serta upaya mengaktualkan potensi-potensi insan didik. Nilai-nilai tersebut diantaranya :
1. Potensi Kepemimpinan
Setiap siswa secara bergilir diberi kesempatan untuk tampil memimpin upacara. Sebagai pemimpin upacara dituntut untuk melakukan aba-aba/tindakan-tindakan tertentu, dalam satu tahun ajaran seorang siswa dapat memperoleh 2 – 3 kali memimpim teman-temannya
2. Tertib Sosial Normatif lmperatif
Ada aba-aba dan tata cara yang baku yang memimpin maupun yang dipimpin. Ketika seseorang berperan memimpin harus bisa memainkan peran sesuai posisinya. Begitu juga yang berposisi yang dipimpin. Dari sini diharapkan tumbuh kesadaran bahwa pada setiap kelompok sosial demi tertib sosial terdapat aturan-aturan/norma-norma yang bersifat imperative/memaksa sebagai konsekuensi seseorang memasuki suatu kelompok sosial.
3. Rasa Percaya Diri
Pengalaman membuktikan sebagian siswa masih mengalami demam tampil/ndredeg ketika harus tampil memimpin. Namun, umumnya hilang ketika giliran kedua atau seterusnya.
4. Kebersamaan/Jiwa Korsa/Esprit de Carps
Dalam posisi upacara, untuk melanjutkan ke gerakan/aba-aba berikutnya ditempuh jika aba-aba/perintah sebelumnya telah sepenuhnya dilaksanakan. Manakala ada satu/sebagian siswa lalai/tidak mematuhi aba-aba, maka “tersanderalah” seluruhnya. Melalui pembiasaan yang demikian, diharapkan tumbuh kesadaran akan kebersamaan. Diri seseorang adalah bagian dari kelompok-(nya).
5. Tanggungjawab
Ada sejumlah hal yang harus dilaporkan seperti jumlah, kurang, hadir, dan keterangan masing-masing yang berhalangan hadir. Pemimpin harus secara akurat melaporkannya kepada guru. Yang demikian dimaksudkan untuk menumbuh-kembangkan sikap koreksi dan tanggungjawab
6. Tenggang Rasa
Sekali lagi pengalaman membuktikan meski seseorang sebelumnya sudah mempersiapkan diri namun ketika tampil memimpin acapkali masih melakukan kekeliruan. Temyata berperan sebagai pemimpin tak semudah yang menerima/melaksanakan aba-aba. Pengalaman-pengalaman seperti ini akan menumbuh-kembangkan kesadaran tenggang rasa.
7. Loyalitas Kritis Berjiwa Merdeka
Ketika sang pemimpin melakukan kesalahan (misal : dalam memberi aba-aba, laporan, gerakan tertentu) maka anak buah (teman-teman sekelasnya) yang dalam posisi dipimpin wajib memberikan koreksi dengan ucapan “ulangi” pernyataan korektif tersebut dilakukan sebanyak kesalahan yang dilakukan pemimpin dan baru tidak dilakukan lagi manakala sudah benar.
Dari tradisi yang demikian diharapkan tertanam kesadaran sikap loyal sekaligus kritis bukan mentalitas “yes man” atau loyalitas tanpa reserves. Anak buah dan/atau staf yang loyal adalah yang bisa mendukung sekaligus mengingatkan/mengoreksi. Loyalitas yang benar adalah loyalitas kepada person/pribadi orang yang kebetulan menjabat. Kepatuhan yang sehat dan rasional adalah kepatuhan bersyarat yaitu selama perintah/kebijakan pimpinan tidak keluar dan merusak misi organisasi dan secara hakiki bisa dipertanggungjawabkan secara horisontal (kepada sesama manusia) maupun vertikal (kepada Tuhan).
Karena itu kita juga harus bisa membedakan wilayah kedinasan/wilayah publik dengan wilayah privat/pribadi. Jika ini terwujud maka tidak hanya oleh negara secara formal melainkan juga secara riil dimiliki setiap masyarakat. Setiap warga negara dalam kondisi seperti ini secara teoritik kesalahan-kesalahan kolektif dapat dihindarkan, baik dalam konteks organisasi yang kecil maupun besar (negara).

*) dirangkum dari tulisan Drs. Priyo Waspodo, guru SMA N 1 Magelang, tentang Upacara Kelas antara Apresiasi dan Prestasi.

Upacara Pengukuhan Paskibaka 28 Juni 2009

Posted by ai susanto in Paskibra(ka).
1 comment so far

Upacara pengukuhan berarti menyatakan seseorang telah selesai mengikuti sebuah latihan atau mensahkan seseorang menyandang predikat tertentu dalam Latihan Paskibraka. Pengukuhan dilakukan setelah peserta melakukan Renungan Jiwa dan sebaiknya dilaksanakan pada pagi atau siang hari, sehari menjelang pelaksanaan tugas.
Pengukuhan bermakna dikukuhkan atau dilantik secara penuh sebagai anggota Paskibraka dan sebuah proses penguatan mental dengan penanaman rasa kebanggaan dan kepercayaan diri sebagai modal utama dalam pelaksanaan tugas pengibaran.

Dalam upacara itu setiap peserta pengukuhan bersama-sama mengucapkan ”Ikrar Putra Indonesia”, selanjutnya dengan iringan lagu Padamu Negeri satu persatu anggota Paskibraka sambil menarik nafas panjang mencium Bendera Merah Putih sebagai kiasan bersedia untuk senantiasa setia dan berbakti pada Bumi Pertiwi Indonesia. Kegiatan ini bukan sebagai bentuk penyembahan atau pengkultusan bendera, tetapi hanya sebagai simbolisasi siap berbakti bagi bumi Indonesia, karena bendera merah putih adalah lambang persatuan dan kesatuan Negara Indonesia. Saat proses mencium bendera maka pembina harus selalu mengikuti pembawa bendera dan berperan untuk mengatur waktu prosesi pelaksanaan agar tidak terlalu lama.

Dalam upacara pengukuhan anggota Paskibraka disematkan Lencana Merah Putih Garuda sesuai tingkatannya dan dililitkan kendit dipinggangnya. Kendit merupakan lambang ksatria pada zaman dahulu yang mengikrarkan kesetiaan pemakainya kepada kerajaan. Anggota Paskibraka sebagai peme¬gang kendit diharapkan memiliki sifat dan bersikap ksatria dalam pemikiran, perkataan dan perbuatannya sehari-hari, jujur dan mandiri dalam berbakti sebagai Pandu Ibu Pertiwi.

Sebelum pengukuhan dengan mengucapkan ”Ikrar Pemuda Indonesia”, pembina/penangungjawab latihan membacakan kata-kata pengantar pengu¬kuhan dan kata-kata ”Dharma Mulia Putra Indonesia” yang merupa¬kan Kode Kehormatan Paskibraka sebagai berikut:

Kata-kata Dharma Mulia Putra Indonesia

I. Putra Indonesia adalah makhluk Tuhan Al-Khalik yang Maha Esa, dan oleh sebab itu maka dengan iman dan ihsan, serta dengan adab, ia bertakwa kepada Tuhannya.
II. Putra Indonesia adalah makhluk jenis manusia, oleh sebab itu ia adalah manusia, maka ia berakhlak manusia. Pikirannya, perkataannya dan perbuatannya terhadap sesama makhluk khususnya sesama umat manusia, digetari oleh getaran rasa kasih sayang dari dalam lubuk hati-nuraninya yang digerakkan oleh daya rasa keadilan dari budi kemanu-siaannya, teristimewa terhadap sesama Putra Indonesia. Demikianlah laku dan karya manusia Sang Putra Indonesia yang dapat dipercaya, beradab, bersusila dan berbudi luhur.
III. Karena darah kelahirannya tumpah di pangkuan Ibu Pertiwi Indonesia, tumpah di tanah antara air, tumpah di nusa antara bahari, dan bernafasnya menghirup udara Indonesia, maka dengan kepantasan setiap Putra Indonesia cinta kepada Tanah Air dan Udara yang dia¬manatkan Tuhan Penguasa seluruh alam semesta kepada umat Indonesia dan dengan kepantasan pula membalas budi baik Ibunya. Suka dan rela berkorban untuk melindunginya, memandunya, sambil berjuang tanpa putus asa, untuk mensejahterakan hidup selaku anggota satu ke¬luarga persatuan, ialah keluarga Persatuan Indonesia. Demikianlah jiwanya: jiwa Indonesia, pribadinya: pribadi Indonesia, perilakunya: beradat Indonesia, karya budi-dayanya: karya budi daya Indonesia, perhatian dan dharma-baktinya dipusatkan pertama-tama dan terutama kepentingan Indonesia, bukan kepentingan lebih dari itu, apalagi kepentingan dirinya sendiri.
IV. Setiap manusia, juga setiap Putra Indonesia, pada hakekatnya adalah sama. Sama hak asasinya, sama daulat pribadinya, sama daulat ke¬rak¬yatannya. Itulah asas kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan se¬tiap bangsa di atas dunia, demi peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
Peri-kehidupan Putra-putra Indonesia dalam suatu wadah Negara Ke¬satuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, dipimpin¬kan¬nya kepada hukum yang mengandung hikmat kebijaksanaan sebagai mu¬fa¬kat yang dicapai oleh wakil-wakilnya dalam permusyawaratan perwakilan.
Asas kemerdekaan yang dengan jujur ditata dan ditertibkan sedemikian itu, dengan disiplin pula dipatuhinya dan tanpa putus asa menanggulangi se¬gala kesukaran dalam menjaga tetap berlakuknya ketata-tertiban itu agar Indonesia dan Putra-putranya tetap merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Demikianlah, dengan Ridho Tuhan Yang Maha Esa, segenap Putra Indonesia selaku Pandu-pandu Ibunya, dengan watak ksat¬ria, rasa tanggung jawab dan dengan gembira berjuang bersama-sama untuk mengadakan dan menjaga adanya masyarakat yang adil, tapi juga makmur dalam peri-kehidupan kebendaan yang dapat mem¬be¬kali peri-kehidupannya di masa sesudah meninggalkan hidup di dunia ini.
Selangkah demi selangkah, dengan cermat dan tepat, hemat dan ber¬sa¬ha¬ja, berupayalah segenap Putra Indonesia bersama-sama, untuk mewu¬jud¬kan cita-cita bangsanya, ialah masyarakat pancasila dengan insan-in¬san Pancasila sebagai warganya, dalam keadaan yang aman dan sentausa, jaya dan mulia, serta bermanfaat di antara dan bagi masyarakat bangsa-bangsa di dunia.

Itulah kehendak kehormatan Dharma Mulia Putra Indonesia.

Seusai pembacaan pengantar pengukuhan dan kata-kata Dharma Mulia Putra Indonesia, seluruh peserta mengucapkan Ikrar Putra Indonesia yang bunyinya sebagai berikut :

Ikrar Putra Indonesia

Aku mengaku Putra Indonesia, dan berdasarkan pengakuan itu:

 Aku mengaku, bahwa aku adalah makhluk Tuhan Al-Khalik Yang Maha Esa dan bersumber kepada-Nya.
 Aku mengaku, bertumpah darah satu, tanah Air Indonesia.
 Aku mengaku, berbangsa satu, Bangsa Indonesia.
 Aku mengaku, berjiwa satu, jiwa Pancasila.
 Aku mengaku, bertujuan satu, masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila sesuai dengan isi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
 Aku mengaku, bercara-karya satu, perjuangan besar dengan akhlak dan ihsan menurut ridho Tuhan Yang maha Esa.

Berdasarkan pengakuan-pengakuan ini, dan demi kehormatanku aku berjanji, akan bersunggguh-sungguh menjalankan kewajiban untuk mengamankan semua pengakuan ini dalam karya hidupku sehari-hari.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati niatku ini dengan taufik dan Hidayat-Nya, serta dengan Inayat-Nya.

***

Dalam upacara pengukuhan anggota Paskibraka selain dihadiri oleh anggota Paskibraka jika memungkinkan akan lebih baik jika orang tua anggota Paskibraka dan kepala sekolah dimana anggota paskibraka menuntut ilmu juga hadir sebagai tamu undangan untuk menyaksikan pengukuhan. Orang tua dan Guru memberikan doa restu kepada anak-anaknya yang akan bertugas maka anggota Paskibraka dapat menunjukkan perestasi dan mempersembahkan kebanggaan dan kebahagiaan bagi para orang tua maupun sekolah atas prestasi yang sudah dicapai dengan menjadi anggota Paskibraka.

Oleh : Budiharjo Winarno (’78)

Pemusatan Latihan Paskibraka Kota Magelang Tahun 2009 14 Mei 2009

Posted by ai susanto in OSIS.
1 comment so far

Jadwal Puslatda Kota Magelang Tahun 2009 dapat dilihat di SINI

Pemusatan Latihan Paskibraka Kota Magelang 2008 29 Juni 2008

Posted by ai susanto in Kepemimpinan, Kepemudaan, Paskibra(ka), Pendidikan.
add a comment

Geliat Pemusatan latihan Paskibraka Kota Magelang 208 telah dimulai pada 26 Juni 2008 yang lalu….

Selamat untuk adik-adik yang telah tergabung dalam Paskibraka Kota Magelang Tahun 2008. Untuk jadwal Pra Gladian Sentra Daerah 2008 dapat dilihat DISINI

Hasil Seleksi Paskibraka Kota Magelang Tahun 2008 27 Mei 2008

Posted by ai susanto in Kepemudaan, Paskibra(ka).
16 comments

Selamat kepada;
1. Dik Agus Riyanto (SMK Kesdam IV/Diponegoro)
2. DIk Ana Shofia A. (SMA Negeri 1 Magelang)
yang berhak mewakili kota magelang dalam seleksi Paskibraka di TIngkat Jawa Tengah.
Semoga kembali mampu mewakili Kota Magelang dan Provinsi Jawa Tengah sebagai Paskibraka Nasional……..

Baca Beritanya di Jawapos
Lihat Fotonya di Flickr

(lebih…)

Kota Magelang Juara 2 Lomba TUB dan BB Tingkat Provinsi Jawa Tengah 15 Mei 2008

Posted by ai susanto in Kepemimpinan, Kepemudaan, OSIS, Paskibra(ka).
2 comments

Selamat………….
Akhirnya Kota Magelang (wakil dari eks. Karesidenan Kedu) berhasil meraih Juara 2, Pemimpin Upacara Terbaik dan Paduan Suara Terbaik Lomba TUB dan BB Tingkat Provinsi Jawa Tengah…

Berikut adalah Hasil Kejuaraan
No Nama Sekolah
1 SMA N 1 Boja Kendal
2 SMA N 1 Magelang
3 SMA N 1 Pati

No Terbaik sebagai Peringkat Utusan
1 Kontingen Tata Upacara Bendera SMA N 1 Purwokerto Juara I Tahun 2006
2 Kontingen Baris Berbaris SMA N 1 Boja Kendal Eks. Kares. Semarang

Untuk hasil lengkap akan segera diunggahkan setelah dokumen resmi hasil lomba diterbitkan oleh panitia lomba.

Seleksi Paskibraka Kota Magelang 2008 8 Mei 2008

Posted by ai susanto in Kepemudaan, Paskibra(ka), Pendidikan.
26 comments

Gambar Seleksi PaskibSeleksi Paskibraka Tingkat Kota Magelang Tahun 2008 akan dilaksanakan pada tanggal 24 dan 26 Mei 2008 di SMA Negeri 4 Magelang.

Pendaftaran dilaksanakan pada :

Hari, Tanggal : s.d. 23 Mei 2008.

Waktu : Sesuai jam kerja.

Tempat : Dinas Pendidikan Kota Magelang c.q. Subdin Binmudora.

(lebih…)

Lomba TUB & BB Jateng; Semoga Kita Juara!!! 6 Mei 2008

Posted by ai susanto in Kepemudaan, OSIS, Paskibra(ka), Pendidikan.
2 comments

Ini adalah kali keempat kota magelang kembali mewakili karesidenan kedu dalam lomba di tingkat provinsi. Pada kali ketiga kota magelang berhasil meraih juara III dan pemimpin upacara terbaik.

Akankah kali ini kota magelang mampu menjadi jawara? Kita lihat saja nanti!!!

Yang jelas Lomba di tingkat provinsi akan diselenggarapan pada tanggal 13 sampai dengan 15 Mei 2008 di GOR Jatidiri Semarang.

Peserta Lomba pada kali ini adalah :
1. SMA N 1 Purwokerto (Juara I Tahun 2006)
2. SMA N 3 Semarang (Juara II Tahun 2006)
3. SMA N 1 Kota Magelang (Eks. Karesidenan Kedu)
4. SMA N 1 Pati (Eks. Karesidenan Pati)
5. SMA N 1 Boja Kendal (Eks. Karesidenan Semarang)
6. SMA N 7 Surakarta (Eks. Karesidenan Surakarta)
7. SMA N 1 Purbalingga (Eks. Karesidenan Banyumas)
8. SMA N 1 Pemalang (Eks. Karesidenan Pekalongan)

Peserta Nomor 1 sampai dengan 6 adalah pemain lama. Sedangkan peserta nomor 7 dan 8 adalah pendatang baru…..

Semoga Kali ini (kota magelang) menjadi Jawara!!!!

Selamat, Kota Magelang Jadi Juara !!! 4 Mei 2008

Posted by ai susanto in Kepemudaan, OSIS, Paskibra(ka), Pendidikan.
1 comment so far

Selamat………

Foto Tim Kota Magelang

Kota Magelang kembali menjadi juara lomba TUB dan BB SMA/SMK/MA Tingkat Eks. Karesidenan Kedu untuk kali ke-empat.

Berikut adalah hasil lomba TUB dan BB yang diselenggarakan pada tanggal 3 Mei 2008 yang lalu di Stadion Candradimuka Kabupaten Kebumen;
(lebih…)

Lomba TUB dan BB SMA/SMK/MA Tingkat Eks. Karesidenan Kedu 4 Mei 2008

Posted by ai susanto in OSIS.
add a comment

Kebumen, 3 Mei 2008

foto kegiatan lomba

Pada hari ini diselenggarakanlah Lomba TUB dan BB SMA/SMK/MA Tingkat Eks. Karesidenan kedu, atau lebih tepatnya adalah seleksi TUB dan BB SMA/SMK/MA TIngkat eks. karesidenan untuk mencari wakil dari eks. karesidenan kedu dalam lomba TUB dan BB SMA/SMK/MA Tingkat PRovinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan pada tanggal 13 s.d. 15 Mei 2008.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, lomba ini diikuti oleh 6 kabupaten/kota yang ada di eks. karesidenan kedu; yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo.

Lomba pada tahun ini mengalami penurunan kualitas, (lebih…)

2 MEI : Hari Pramuka atau Hari Pendidikan? 4 Mei 2008

Posted by ai susanto in Kepemudaan, OSIS, Paskibra(ka), Pendidikan.
16 comments

Jum’at, 2 Mei 2008 yang lalu iseng-iseng saya berkeliling ke beberapa sekolah yang ada di magelang, mulai dari SD, SMP dan SMA.

Dalam pemikiran saya, 2 Mei itu diperingati sebagai Hari Pendidikan dan biasanya dilaksanakan upacara bendera untuk memperingatinya. Namun disaat berkeliling tersebut saya menjadi bingung, lho?! tanggal 2 mei itu hari pendidikan atau hari pramuka to ya? kok yang upacara (pejabat, petugas dan peserta upacara) memakai pakaian pramuka ya…?
(lebih…)

Lomba TUB & BB Tingkat Kedu : Kota Magelang Harus Juara !!! 27 Maret 2008

Posted by ai susanto in Kepemudaan, OSIS, Paskibra(ka), Pendidikan.
add a comment

Menjadi Juara 1 Kedu adalah sebuah harga mati bagi tim Kota Magelang.

Sudah menjadi tradisi bahwa sejak tahun 2001 yang lalu Tim TUB dan BB SMA Kota Magelang selalu menjadi Juara 1 di Tingkat Kedu. Dimulai pada tahun 2001, 2004 dan 2006. Bahkan pada tahun 2006 yang lalu tim Kota Magelang berhasil mengalahkan SMA TN yang notabene merupakan ‘sekolah semi militer’. Kemenangan 3 kali berturut-turut di Kedu oleh tim SMA Kota Magelang akhirnya juga diikuti oleh Tim SMP Kota Magelang yang berhasil menjadi juara 1 Kedu pada tahun 2007 lalu.

Menjadi Juara 1 Kedu sudah ditradisikan oleh Kota Magelang, dan tradisi ini akan terus dipertahankan.
(lebih…)

Lomba Tingkat Eks. Karesidenan Kedu 24 Maret 2008

Posted by ai susanto in Kepemudaan, OSIS, Paskibra(ka).
add a comment

Lomba TUB dan BB TIngkat Karesidenan Kedu akan diselenggarakan pada 3 Mei 2008 di Kabupaten Kebumen. Ini adalah kali kesekian Kota Magelang bertanding di tingkat eks. karesidenan kedu….

Semoga tradisi untuk selalu menjadi juara kedu selalu terjaga….

Sekelumit Lomba TUB dan BB Tingkat Kota Magelang 24 Maret 2008

Posted by ai susanto in OSIS, Paskibra(ka).
6 comments

Lihat Foto di FLickr

Setelah pada hari Minggu, 16 Maret 2008 dilaksanakan uji coba maka pada Selasa dan Rabu, 18 dan 19 Maret 2008 yang lalu terselenggaralah Lomba Tata Upacara Bendera dan Baris Berbaris SMA/SMK/MA Tingkat Kota Magelang Tahun 2008. Apabila pada awalnya peserta lomba sebanyak 26 sekolah, maka pada saat pelaksanaan lomba tercatat hanya 24 peserta yang melaksanakan lomba. 2 peserta mengundurkan diri karena satu dan lain hal.

Lomba pada kali ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Magelang dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Dr. S. Budi Prasetyo, M.Si. Dalam sambutannya sebelum membuka lomba secara resmi Kepala Dinas Pendidikan menyatakan bahwa ada 3 aspek penting dalam pelaksanaan lomba TUB dan BB, yaitu aspek kecerdasan, kekuatan fisik dan kreativitas. Sebelum mengakhiri sambutannya Kepala Dinas juga menyampaikan pesan kepada para peserta agar dapat berlomba dengan sportiv dan juga menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kepala Dinas berharap dalam lomba kali ini prestasi yang telah diraih pada waktu yang lalu dapat dipertahankan dan bahkan bisa ditingkatkan.

Selama 2 hari pelaksanaan lomba, alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar meskipun selama 2 hari tersebut sempat diguyur hujan yang lumayan lebat.
(lebih…)

Upacara Militer dan Sekolah : Memang Beda ! 19 Februari 2008

Posted by ai susanto in Paskibra(ka).
28 comments

Beberapa waktu yang lalu ketika adik-adik PPI Kota Magelang melakukan monitoring TUB di salah satu peserta lomba, mendapatkan masukan dari pelatih dari peserta lomba tersebut – kebetulan pelatihnya berasal dari TNI.

Pelatih tersebut menanyakan kepada petugas monitoring apakah memang urutan upacara sudah benar? Apakah memang laporan dari pengatur upacara memang betul sesuai dengan petunjuk teknis yang disebarkan ke peserta lomba?
Pertanyaan tersebut sebenarnya sudah dijawab oleh petugas monitoring, namun demikian untuk memberikan pengetahuan kepada kita semua maka tidak ada salahnya bila juga ditulis di weblog ini.

Memang benar bahwa antara Tata Upacara Bendera Militer dengan di Sekolah memiliki perbedaan. Tata Upacara Bendera Militer tentunya jauh lebih rumit dibandingkan dengan Sekolah. Beberapa perbedaan yang ada adalah mengenai susunan acara, cara pengibaran bendera, sebutan bagi pejabat dan petugas upacara dan laporan pengatur upacara.
(lebih…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.