Jilbab Siswi Dicopot, Seleksi Paskibra di Kediri Menuai Protes

29 11 2007

Detik.com
Rabu, 02 Mei 2007, 16:43 WIB

Jilbab Siswi Dicopot, Seleksi Paskibra di Kediri Menuai Protes
[Angga Gunawan - detikcom]

Kediri - Calon anggota Paskibra Kota Kediri dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 diminta melepas jilbab dan mengangkat rok oleh panitia penjaringan dari Diknas Kota Kediri. Kejadian itu langsung disambut protes keras.

Informasi yang dihimpun, peristiwa yang dianggap melecehkan ini terjadi ketika 5 siswi MAN 3 Kota Kediri mengikuti seleksi penerimaan anggota Paskibra di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl Mayjen Sungkono, Kota Kediri, pada 25-26 April 2007.
Saat itu, panitia seleksi dari Diknas Kota Kediri meminta 5 siswi tersebut melepas jilbab dan mengangkat rok panjang yang mereka kenakan.

“Alasan panitia, hal itu sudah menjadi ketentuan baku peserta Paskibra Nasional, kecuali siswi asal Aceh. Sementara pengangkatan rok untuk mengetahui apakah kaki siswi saya berbentuk O atau X,” jelas Pembina OSIS MAN 3 Kediri, Yusuf Karomaini, kepada detikcom di Ruang Kepala Sekolah MAN 3, Jl Letjen Suprapto No 58, Kediri, Jawa Timur, Rabu (2/5/2007).

Menurut Yusuf, saat itu MAN 3 mengirimkan 3 pelajar laki-laki dan 5 pelajar perempuan. Kelima siswi tersebut adalah Sabrina Amalia, Salisa, Ernina Kustiarini, Angga Atma Proboningrum, dan Liana. Kelimanya merupakan siswa kelas II.

Atas insiden itu, kelima siswi tersebut mengadu ke Yusuf Karomaini selaku pembina OSIS yang menemani pelaksanaan seleksi. Pengaduan tersebut selanjutnya diteruskan Yusuf ke Kepala Sekolah MAN 3 Kediri, Abu Aman.

Abu Aman menjelaskan, dalam surat permintaan pengiriman siswa untuk mengikuti seleksi Paskibra dari Diknas Kota Kediri Nomor 426/0762/419.42/2007, tidak dicantumkan adanya item tentang pelepasan jilbab dan pemeriksaan kaki hingga lutut.

“Kalau sejak awal saya tahu mereka harus melepas jilbab dan mengangkat rok, tentu saya tidak akan mengirimkan delegasi ke sana. Masak mau berprestasi saja harus mengorbankan keyakinan,” cetus Abu.

Karena itu, ia kemudian melayangkan surat protes kepada panitia seleksi. Dengan dilampiri surat keberatan dari orangtua, pihak MAN 3 meminta agar aturan seleksi itu diubah. (gik/sss)

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


Tindakan

Information

2 tanggapan ke “Jilbab Siswi Dicopot, Seleksi Paskibra di Kediri Menuai Protes”

1 05 2008
AnDhee (15:13:54) :

saya sebagai anggota paskibraka 2007,,
tidak setuju atas adanya pelepasan jilbab pada saat seleksi…
apa2an tuuhh…
kalo ga tw peraturan paskibraka ga usah sok tw…
pernah liat ga siii pengibran bendera pusaka di TV…?
ada kan yg pake jilbab..
lagian blom tentu dari kediri langsung masuk ke tingkat NASIONAL…
jangan ngarep yang muluk2 deh…
kibarin dulu di tempat sendiri…
kalo emang rejeki juga pasti ada yg ke nasional….
anggota paskibraka di tempat saya aja ada 5 orang yg pake jilbab…
sah2 aja tuhh…

21 05 2008
yusuf maulana (10:58:32) :

saya Yusuf Paskibraka tahun 1994 dari Jakarta Timur
Mohon Ijin untuk menanggapi apa yang terjadi di Kota Kediri
pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan keprihatinan yang teramat mendalam atas kesalah mengertian temen-temen panitia Seleksi di Kota Kediri yang beranggapan pelepasan jilbab adalah ketentuan Baku dari Nasional dan hanya utusan daerah Aceh saja yang tidak.
sangat disesalkan, saya yakin kita semua (para Purna) juga faham bahwa tidak ada aturan seperti itu, lagipula itu menyangkut keyakinan. saya yakin semua yang berkecimpung di Paskibraka juga pasti tahu bahwa sejak tahun 2000 pengguna Jilbab “diperkenankan” untuk mengikuti proses seleksi bahkan ikut pengibaran tanpa harus mempertaruhkan keyakinannya (melepas jilbab)..dan itu tidak hanya untuk Aceh!
saya melihat di beberapa daerah juga sudah melakukannya ko..kami sendiri sudah memulai itu sejak tahun 2004, jadi apabila seseorang yang menggunakan Jilbab dan memenuhi kriteria sebagai seorang Paskibraka, maka orang tersebut layak untuk jadi Calon Paskibraka jadi tidak perlu berdalih macam-macam..
kalaupun ingin melihat postur tubuh tepatnya bentuk kaki seorang peserta seleksi yang menggunakan jilbab, lihatlah di satu ruangan khusus yang tidak ada akses laki-laki untuk masuk didalamnya dengan pemeriksanya adalah panitia putri. ( tentu ini semua harus dilihat, berdasarkan faktor seberapa urgensinya tes tersebut untuk dilaksanakan)
semoga kejadian di Kota Kediri bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua..Sebagai Seorang Paskibraka Kita ini adalah generasi penerus bangsa yang dipilih melalui proses seleksi yang tidak mudah..jadi idealnya kita-kita ini memiliki sesuatu yang berbeda, bisa dalam segi mentalitas, sikap berperilaku maupun saat bertindak..karena kita ini di didik untuk memiliki perilaku yang tidak standar.
ayo Teman-teman kembali ke khitah Paskibraka Sebagai Putra-putri Pilihan bangsa yang bisa berbuat sesuatu untuk negeri ini, jadikan Paskibraka bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita..semoga Allah selalu bersama kita, meridhoi kita, mengingatkan kita dikala khilaf…Jayalah PASKIBRAKA !!!

Tinggalkan komentar

kamu dapat menggunakan tag-tag ini : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>