jump to navigation

Upacara Pengukuhan Paskibaka 28 Juni 2009

Posted by ai susanto in Paskibra(ka).
trackback

Upacara pengukuhan berarti menyatakan seseorang telah selesai mengikuti sebuah latihan atau mensahkan seseorang menyandang predikat tertentu dalam Latihan Paskibraka. Pengukuhan dilakukan setelah peserta melakukan Renungan Jiwa dan sebaiknya dilaksanakan pada pagi atau siang hari, sehari menjelang pelaksanaan tugas.
Pengukuhan bermakna dikukuhkan atau dilantik secara penuh sebagai anggota Paskibraka dan sebuah proses penguatan mental dengan penanaman rasa kebanggaan dan kepercayaan diri sebagai modal utama dalam pelaksanaan tugas pengibaran.

Dalam upacara itu setiap peserta pengukuhan bersama-sama mengucapkan ”Ikrar Putra Indonesia”, selanjutnya dengan iringan lagu Padamu Negeri satu persatu anggota Paskibraka sambil menarik nafas panjang mencium Bendera Merah Putih sebagai kiasan bersedia untuk senantiasa setia dan berbakti pada Bumi Pertiwi Indonesia. Kegiatan ini bukan sebagai bentuk penyembahan atau pengkultusan bendera, tetapi hanya sebagai simbolisasi siap berbakti bagi bumi Indonesia, karena bendera merah putih adalah lambang persatuan dan kesatuan Negara Indonesia. Saat proses mencium bendera maka pembina harus selalu mengikuti pembawa bendera dan berperan untuk mengatur waktu prosesi pelaksanaan agar tidak terlalu lama.

Dalam upacara pengukuhan anggota Paskibraka disematkan Lencana Merah Putih Garuda sesuai tingkatannya dan dililitkan kendit dipinggangnya. Kendit merupakan lambang ksatria pada zaman dahulu yang mengikrarkan kesetiaan pemakainya kepada kerajaan. Anggota Paskibraka sebagai peme¬gang kendit diharapkan memiliki sifat dan bersikap ksatria dalam pemikiran, perkataan dan perbuatannya sehari-hari, jujur dan mandiri dalam berbakti sebagai Pandu Ibu Pertiwi.

Sebelum pengukuhan dengan mengucapkan ”Ikrar Pemuda Indonesia”, pembina/penangungjawab latihan membacakan kata-kata pengantar pengu¬kuhan dan kata-kata ”Dharma Mulia Putra Indonesia” yang merupa¬kan Kode Kehormatan Paskibraka sebagai berikut:

Kata-kata Dharma Mulia Putra Indonesia

I. Putra Indonesia adalah makhluk Tuhan Al-Khalik yang Maha Esa, dan oleh sebab itu maka dengan iman dan ihsan, serta dengan adab, ia bertakwa kepada Tuhannya.
II. Putra Indonesia adalah makhluk jenis manusia, oleh sebab itu ia adalah manusia, maka ia berakhlak manusia. Pikirannya, perkataannya dan perbuatannya terhadap sesama makhluk khususnya sesama umat manusia, digetari oleh getaran rasa kasih sayang dari dalam lubuk hati-nuraninya yang digerakkan oleh daya rasa keadilan dari budi kemanu-siaannya, teristimewa terhadap sesama Putra Indonesia. Demikianlah laku dan karya manusia Sang Putra Indonesia yang dapat dipercaya, beradab, bersusila dan berbudi luhur.
III. Karena darah kelahirannya tumpah di pangkuan Ibu Pertiwi Indonesia, tumpah di tanah antara air, tumpah di nusa antara bahari, dan bernafasnya menghirup udara Indonesia, maka dengan kepantasan setiap Putra Indonesia cinta kepada Tanah Air dan Udara yang dia¬manatkan Tuhan Penguasa seluruh alam semesta kepada umat Indonesia dan dengan kepantasan pula membalas budi baik Ibunya. Suka dan rela berkorban untuk melindunginya, memandunya, sambil berjuang tanpa putus asa, untuk mensejahterakan hidup selaku anggota satu ke¬luarga persatuan, ialah keluarga Persatuan Indonesia. Demikianlah jiwanya: jiwa Indonesia, pribadinya: pribadi Indonesia, perilakunya: beradat Indonesia, karya budi-dayanya: karya budi daya Indonesia, perhatian dan dharma-baktinya dipusatkan pertama-tama dan terutama kepentingan Indonesia, bukan kepentingan lebih dari itu, apalagi kepentingan dirinya sendiri.
IV. Setiap manusia, juga setiap Putra Indonesia, pada hakekatnya adalah sama. Sama hak asasinya, sama daulat pribadinya, sama daulat ke¬rak¬yatannya. Itulah asas kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan se¬tiap bangsa di atas dunia, demi peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
Peri-kehidupan Putra-putra Indonesia dalam suatu wadah Negara Ke¬satuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, dipimpin¬kan¬nya kepada hukum yang mengandung hikmat kebijaksanaan sebagai mu¬fa¬kat yang dicapai oleh wakil-wakilnya dalam permusyawaratan perwakilan.
Asas kemerdekaan yang dengan jujur ditata dan ditertibkan sedemikian itu, dengan disiplin pula dipatuhinya dan tanpa putus asa menanggulangi se¬gala kesukaran dalam menjaga tetap berlakuknya ketata-tertiban itu agar Indonesia dan Putra-putranya tetap merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Demikianlah, dengan Ridho Tuhan Yang Maha Esa, segenap Putra Indonesia selaku Pandu-pandu Ibunya, dengan watak ksat¬ria, rasa tanggung jawab dan dengan gembira berjuang bersama-sama untuk mengadakan dan menjaga adanya masyarakat yang adil, tapi juga makmur dalam peri-kehidupan kebendaan yang dapat mem¬be¬kali peri-kehidupannya di masa sesudah meninggalkan hidup di dunia ini.
Selangkah demi selangkah, dengan cermat dan tepat, hemat dan ber¬sa¬ha¬ja, berupayalah segenap Putra Indonesia bersama-sama, untuk mewu¬jud¬kan cita-cita bangsanya, ialah masyarakat pancasila dengan insan-in¬san Pancasila sebagai warganya, dalam keadaan yang aman dan sentausa, jaya dan mulia, serta bermanfaat di antara dan bagi masyarakat bangsa-bangsa di dunia.

Itulah kehendak kehormatan Dharma Mulia Putra Indonesia.

Seusai pembacaan pengantar pengukuhan dan kata-kata Dharma Mulia Putra Indonesia, seluruh peserta mengucapkan Ikrar Putra Indonesia yang bunyinya sebagai berikut :

Ikrar Putra Indonesia

Aku mengaku Putra Indonesia, dan berdasarkan pengakuan itu:

 Aku mengaku, bahwa aku adalah makhluk Tuhan Al-Khalik Yang Maha Esa dan bersumber kepada-Nya.
 Aku mengaku, bertumpah darah satu, tanah Air Indonesia.
 Aku mengaku, berbangsa satu, Bangsa Indonesia.
 Aku mengaku, berjiwa satu, jiwa Pancasila.
 Aku mengaku, bertujuan satu, masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila sesuai dengan isi Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
 Aku mengaku, bercara-karya satu, perjuangan besar dengan akhlak dan ihsan menurut ridho Tuhan Yang maha Esa.

Berdasarkan pengakuan-pengakuan ini, dan demi kehormatanku aku berjanji, akan bersunggguh-sungguh menjalankan kewajiban untuk mengamankan semua pengakuan ini dalam karya hidupku sehari-hari.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati niatku ini dengan taufik dan Hidayat-Nya, serta dengan Inayat-Nya.

***

Dalam upacara pengukuhan anggota Paskibraka selain dihadiri oleh anggota Paskibraka jika memungkinkan akan lebih baik jika orang tua anggota Paskibraka dan kepala sekolah dimana anggota paskibraka menuntut ilmu juga hadir sebagai tamu undangan untuk menyaksikan pengukuhan. Orang tua dan Guru memberikan doa restu kepada anak-anaknya yang akan bertugas maka anggota Paskibraka dapat menunjukkan perestasi dan mempersembahkan kebanggaan dan kebahagiaan bagi para orang tua maupun sekolah atas prestasi yang sudah dicapai dengan menjadi anggota Paskibraka.

Oleh : Budiharjo Winarno (’78)

About these ads

Komentar»

1. TimG - 23 Maret 2010

nuhun


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: