Panduan Upacara Bendera di Sekolah

14 12 2007

Berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah; Panduan Upacara Bendera yang digunakan di sekolah-sekolah adalah “Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera di Sekolah Tahun 1997″ yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Selain itu, pembina upacara di sekolah adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah atau guru. Untuk pejabat di luar sekolah yang berkenan untuk menjadi pembina upacara maka diatur dalam acara tersendiri atau dalam acara tambahan.

Untuk lebih jelasnya, surat bisa diunduh

Surat dari Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah tentang Upacara Bendera




Ribuan Siswa SD Kecanduan Narkoba

14 12 2007

Ribuan Siswa SD Kecanduan Narkoba

*Malang-RoL* — Sedikitnya 8.500 anak Sekolah Dasar (SD) di Indonesia
mulai mengkosumsi bahkan sudah kecanduan narkoba.

Kepala Pusat Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Pol Mudji
Waluyo, Kamis (6/12), mengatakan, jumlah siswa SD yang kecanduan narkoba
itu merupakan data tahun 2006 lalu sehingga tidak menutup kemungkinan
pada tahun 2007 ini jumlahnya meningkat.
Baca entri selengkapnya »




Bingung Sekbid 2 & 3 ?

12 12 2007

Setidaknya dalam 2 kali keterlibatan kami dalam Pelatihan Kepemimpinan / Manajemen Pengurus OSIS SMP/SMA Se Kota Magelang.
Persoalan yang sebagian besar ditemui oleh pengurus OSIS adalah persoalan pembagian tugas dan wewenang antara Sekretaris Bidang (sekbid) Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dan Sekretaris Bidang (sekbid) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. Lebih-lebih dalam suatu sekolah yang kegiatan ekstrakurikulernya demikian berkembang.

Pada Tahun 2005 ketika kami terlibat kali pertama dalam Pelatihan Kepemimpinan / Manajemen Pengurus OSIS SMP/SMA, panitia demi mengakomodir aspirasi dari peserta pelatihan maka ‘menyamakan’ persepsi termasuk kepada penempatan kegiatan ekstrakurikuler apa masuk/dibina oleh sekbid berapa. Hal tersebut tidak dimaksudkan untuk mematikan kreativitas dari setiap sekolah dalam mengelola organisasinya masing-masing namun lebih kepada untuk memudahkan koordinasi kegiatan OSIS antar SMA.

Namun setidaknya mulai tahun ajaran depan (2008), seharusnya mulai tahun ini (2007) hal itu tidaklah menjadi persoalan lagi. Kenapa bisa? Karena berdasarkan pedoman pelaksanaan OSIS yang baru, yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2006 ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan tentang struktur OSIS, baik di SMP ataupun di SMA.
Baca entri selengkapnya »




PENULISAN PROPOSAL

5 12 2007

ISI PROPOSAL

1. Pendahuluan / Latar Belakang
Berisi kata pengantar yang disampaikan untuk memberikan gambaran tentang sesuatu yang di-proposal-kan.

2. Nama Kegiatan
Berisi nama kegiatan yang akan diselenggarakan, misal : MOS 2005.

3. Tema Kegiatan
Berisi tema dari kegiatan yang akan diselenggarakan.

4. Dasar Pemikiran / Dasar Pelaksanaan
Berisi hal-hal mendasar yang melandasi diadakannya suatu kegiatan. Misalnya saja seperti :
a. Melihat situasi dan kondisi sesuatu yang di-proposal-kan, misalnya seperti bangunan sekolah yang sudah rusak dan untuk segera direnovasi.
b. Surat dari pimpinan/kepala sekolah tentang sesuatu hal untuk dilaksanakan.
c. Hasil rapat-rapat
d. Program Kerja.

5. Tujuan
Berisi tujuan diadakannya kegiatan.
Baca entri selengkapnya »




Arahkan Pembinaan Pemuda ke Wirausaha

5 12 2007

Arahkan Pembinaan Pemuda ke Wirausaha
Kompas.com - Kamis, 17 Juni 2004

Jakarta, Kompas - Daripada terjebak dukung-mendukung kepentingan politik, pembinaan kepemudaan lebih produktif jika diarahkan ke sektor wirausaha. Sektor wirausaha memungkinkan pemuda mengembangkan kemandiriannya, sekaligus memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat usia produktif.

Sebagai perangsang, Depdiknas secara rutin menggulirkan program pendidikan kecakapan hidup terhadap pemuda yang punya nyali untuk berusaha mandiri. Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (PLSP) Depdiknas Fasli Jalal seusai peluncuran Pameran Pendidikan Pemuda dan Olahraga 2004 di Jakarta, Rabu (16 /6 ).
Baca entri selengkapnya »




Sunzi

2 12 2007

“Mereka yang mengerti keadaan lawan dan keadaan diri sendiri akan memenangkan banyak pertempuran. Mereka yang tidak mengerti keadaan lawan tapi mengerti keadaan diri sendiri masih mempunyai kesempatan untuk memenangkan sebuah pertempuran (atau kalah). Tetapi, mereka yang tidak mengerti keadaan lawan, bahkan tidak mengerti keadaan diri sendiri, dapat dipastikan akan kalah dalam setiap pertempuran.” (Sunzi)




Sahabat

1 12 2007

Sahabat

Sahabat adalah… seseorang yang bisa diam bersama kita dalam masa keputusasaan,
atau kebingungan tanpa menghakimi,
tidak menawarkan pemecahan masalah,
ketika kita belum siap untuk memecahkannya,
dan tidak memotong pembicaraan saat kita ingin bicara.

Sahabat adalah… tempat dimana kita bisa mengatakan dengan bahasa apapun,
dan pilihan kata manapun mengeluarkan semua isi hati, beban hidup,
melepaskan tangis yang kita tahan, malu yang kita sembunyikan,
dan melampiaskan semua hal yang kita pendam.

Sahabat adalah… seseorang yang bisa menoleransi ketidaktahuan dan ketidaksembuhan,
tidak menyuruh kita berhenti menangis saat kita sedang menangis
dan ada bersama kita dalam menghadapi kenyataan atau ketidakmampuan,
tanpa melihat siapa kita, siapa teman kita dan apa jabatan kita.

a friend will strengthen you with her prayers,
bless you with her love, encourage you with her heart

don’t walk in front of me, I may not follow…
don’t walk behind me, I may not lead…
Just walk beside me, and be my friend…




Kadiknas Kediri Minta Siswa MAN 3 Mundur Jika Tolak Lepas Jilbab

29 11 2007

Detik.com
02/05/2007 15:56 WIB

Kadiknas Kediri Minta Siswa MAN 3 Mundur Jika Tolak Lepas Jilbab
Angga Gunawan - detikcom

Kediri - Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Maki Ali mengakui telah meminta lima siswi Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Kediri untuk melepaskan jilbab saat mengikuti seleksi Paskibra dengan alasan keseragaman.

Maki Ali menjelaskan, ketentuan melepaskan jilbab tersebut sudah menjadi ketentuan yang ditetapkan panitia penjaringan pusat. Hal itu untuk menjaga keseragaman penampilan para peserta Paskibra yang akan mengawal bendera merah putih dalam peringatan HUT ke-62 RI.

“Bagaimana lagi wong aturannya demikian. Pelepasan jilbab itu untuk menjaga keseragaman penampilan pasukan pengawal bendera,” ujar Maki Ali kepada detikcom melalui telepon, Rabu (2 /5 /2007).

Sementara terkait pengangkatan rok panjang yang dikenakan 5 siswi MAN 3 Kediri, Maki Ali mengatakan bahwa tindakan itu wajar untuk mengetahui bentuk kaki seseorang. Sebab tanpa membuka penutup kaki hingga di atas lutut, panitia tidak akan mengetahui apakah kaki calon peserta Paskibra berbentuk O atau X.

“Coba Anda logika, bagaimana kami bisa mengetahui bentuk kaki seseorang kalau tidak membukanya. Tidak lucu kan kalau peserta baris kakinya O atau X,” ujar Maki Ali.
Baca entri selengkapnya »




Jilbab Siswi Dicopot, Seleksi Paskibra di Kediri Menuai Protes

29 11 2007

Detik.com
Rabu, 02 Mei 2007, 16:43 WIB

Jilbab Siswi Dicopot, Seleksi Paskibra di Kediri Menuai Protes
[Angga Gunawan - detikcom]

Kediri - Calon anggota Paskibra Kota Kediri dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 diminta melepas jilbab dan mengangkat rok oleh panitia penjaringan dari Diknas Kota Kediri. Kejadian itu langsung disambut protes keras.

Informasi yang dihimpun, peristiwa yang dianggap melecehkan ini terjadi ketika 5 siswi MAN 3 Kota Kediri mengikuti seleksi penerimaan anggota Paskibra di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl Mayjen Sungkono, Kota Kediri, pada 25-26 April 2007.
Saat itu, panitia seleksi dari Diknas Kota Kediri meminta 5 siswi tersebut melepas jilbab dan mengangkat rok panjang yang mereka kenakan.
Baca entri selengkapnya »




Seleksi Calon Paskibra Kota Salatiga

28 11 2007

SUARA MERDEKA - Jumat, 25 Mei 2007

Seleksi Calon Paskibra

SALATIGA- Menjelang Peringatan HUT Ke-62 RI, Pemerintah Kota Salatiga jauh hari sudah mempersiapkan calon Paskibra baru. Sebanyak 240 siswa terbaik dari SMA/K/MA seluruh Salatiga mengikuti seleksi calon Paskibra kota di kompleks Kridanggo Kota Salatiga. Seleksi yang berlangsung 22-24 Mei tersebut, mengambil 80 siswa-siswi terbaik yang nantinya bertugas sebagai pasukan pengibar bendera.

Menurut A Roni Yulianto, Wakil Ketua Purna Paskibra Indonesia (PPI), seleksi berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Kodim 0714 dan PPI.

Dalam penyeleksian itu dibagi menjadi tiga tahapan. Pada hari pertama, seleksi dilakukan Dinas Pendidikan yang meliputi tes kesehatan dan administratif. Peserta yang ikut dibatasi kelas satu SMA/K/MA atau kelas 10 saja. Sedangkan tinggi badan, untuk putra dibatasi 165-175 cm dan 160- 170 cm untuk putri. Berat dan postur tubuh pun harus ideal.

Pada hari kedua diadakan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) oleh Kodim 0714 kota Salatiga guna melihat kemampuan baris-berbaris peserta. Untuk memudahkan penyeleksian PBB, peserta dibagi empat kelompok putri dan delapan kelompok putra. Masing-masing kelompok terdiri dari 20-24 siswa.

Empat Siswa

Setelah melalui seleksi tersebut, peserta yang lolos akan mengikuti tes akhir yaitu tes akhlak dan kepribadian, dimana pada tes ini akan diambil 80 siswa siswi terbaik yang akan menjadi Paskibra baru di kota Salatiga. Dari 80 siswa terbaik itu, nantinya akan diambil empat siswa lagi untuk mengikuti seleksi Paskibra di tingkat provinsi.

”Peserta yang lolos seleksi, nantinya akan mengikuti latihan secara intensif sekitar akhir Juli sampai dengan pertengahan Agustus,” kata Robby Lilipaly, Ketua PPI Kota Salatiga.

Selama latihan, mereka akan mendapatkan fasilitas dari pemerintah kota Salatiga berupa seragam latihan, sepatu, topi serta emblem. Mereka nantinya juga dibagi lagi menjadi pasukan 17 , pasukan 8 dan pasukan 45 . Khusus untuk pasukan delapan yang membawa bendera, mereka dibagi menjadi dua shift untuk tugas pagi dan sore. Selain itu, ada 10 siswa cadangan untuk menggantikan siswa lain yang berhalangan.
(J12-16)

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com




Putri Jadi Anggota Paskibraka MAGELANG

27 11 2007

SUARA MERDEKA
FOKUS - Selasa, 29 Juni 2003

Putri Jadi Anggota Paskibraka MAGELANG - Putri Agung Maharani, siswa kelas II SMU Tarakanita Kota Magelang, terpilih mewakili Provinsi Jateng menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada peringatan HUT Ke-58 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta, 17 Agustus 2003 mendatang. Terpilihnya anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Andi Hermanto dan Yustina Titin, setelah mengalahkan beberapa siswa terbaik tingkat Jateng. Seleksi dilaksanakan sejak Maret lalu. “Ini surprise bagi saya. Dengan menjadi duta Jateng di tingkat nasional saya merasa bangga karena dapat membawa nama harum Kota Magelang dan Jateng,” ujar dia. Dia telah menyiapkan diri baik mental maupun fisik. Persiapan lain memperdalam tembang Jawa “dhandhang gula dan geguritan (puisi bahasa Jawa).(P60-42)

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com




Tukang Kayu - Proyek Kehidupan

26 11 2007

*Tukang Kayu*

Seorang tukang kayu yang sudah tua dan tidak lagi
mampu bekerja karena alasan fisik, bermaksud pensiun
dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi.

Ia
menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik
perusahaan. Tentu saja, karena tidak lagi bekerja,
ia
akan kehilangan penghasilan bulanannya untuk
menghidupi keluarganya. Namun keputusan itu sudah
bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan
menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian
bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah
seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada
tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi
pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa
terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak
sepenuhnya dicurahkan.

Dengan persaan malas dan
ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Dan saat
membangun rumah pesanan majikannya itu, ia
menggunakan
bahan-bahan dengan kualitas yang sangat rendah.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya
bukanlah sebuah rumah dengan kualitas yang baik.
Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan
prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah
yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah
pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu,” katanya,
“hadiah dari kami.”

Betapa terkejutnya si tukang kayu.Betapa malu dan
menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia
sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya
sendiri,
ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain
sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah
yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala,
banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan
cara
yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala
kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan,
pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak
memberikan yang terbaik.

Pada akhir perjalanan kita
terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan
dan
menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang
kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya
sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan
cara
yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.
Renungkan
rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita
memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan
atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan
sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya
sekali
saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup
satu
hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk
hidup
penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa
diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah
akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini.

Hari perhitungan adalah milik Pencipta, bukan kita,
karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan
kemenangan.

Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri.

____________________________________________________________________________________
Be a better sports nut! Let your teams follow you
with Yahoo Mobile. Try it now.

http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ




Kepemimpinan Sejati

20 11 2007

Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.

Hal ini dikatakan dengan lugas oleh seorang jenderal dari Angkatan Udara Amerika Serikat:

”I don’t think you have to be
wearing stars on your shoulders or a title to be a leader. Anybody who wants to raise his hand can be a leader any time.”
—General Ronal Fogleman, US Air Force—

Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).
Ketika pada suatu hari filsuf besar Cina, Lao Tsu, ditanya oleh muridnya tentang siapakah pemimpin yang sejati, maka dia menjawab:
As for the best leaders, the people do not notice their existence.
The next best, the people honour
And praise.
The next, the people fear, And the next the people hate.
When the best leader’s work is done, The people say, ‘we did it ourselves’.

Justru seringkali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer.
Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).
Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan merdeka.
Saya menyaksikan sendiri dalam sebuah acara talk show TV yang dipandu oleh presenter terkenal Oprah Winfrey, bagaimana Nelson Mandela menceritakan bahwa selama penderitaan 27 tahun dalam penjara pemerintah Apartheid, justru melahirkan perubahan dalam dirinya. Dia mengalami perubahan karakter dan memperoleh kedamaian dalam dirinya. Sehingga dia menjadi manusia yang rendah hati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selama bertahun-tahun.
Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.

Karakter Seorang Pemimpin Sejati
Setiap kita memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin. Dalam tulisan ini saya memperkenalkan sebuah jenis kepemimpinan yang saya sebut dengan Q Leader. Kepemimpinan Q dalam hal ini memiliki empat makna. Pertama, Q berarti kecerdasan atau intelligence (seperti dalam IQ – Kecerdasan Intelektual, EQ – Kecerdasan Emosional, dan SQ – Kecerdasan Spiritual). Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ—EQ—SQ yang cukup tinggi. Kedua, Q Leader berarti kepemimpinan yang memiliki quality, baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial.
Ketiga, Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi (dibaca ‘chi’ – bahasa Mandarin yang berarti energi kehidupan). Makna Q keempat adalah seperti yang dipopulerkan oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbu-nya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management).
Menjadi seorang pemimpin Q berarti menjadi seorang pemimpin yang selalu belajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar Q (intelligence – quality – qi — qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasi maupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.
Untuk menutup tulisan ini, saya merangkum kepemimpinan Q dalam tiga aspek penting dan saya singkat menjadi 3C , yaitu:
1. Perubahan karakter dari dalam diri (character change)
2. Visi yang jelas (clear vision)
3. Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence)
Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuk senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll) maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).
Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell: ”The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut.

Sumbe r: http://www.motivasi.web.id/




Tentang OSIS

20 11 2007

PENDIDIKAN DEMOKRASI LEWAT PEMILIHAN KETUA OSIS
Sejak rezim Soeharto ditumbangkan dari singgasana kekuasaan, teriakan reformasi pun lantang diperdengarkan oleh segenap elemen masyarakat. Konsekuensi dari kata reformasi tersebut adalah harus menerapkan demokrasi dalam berbagai hal. Untuk bisa mewujudkan kata demokrasi ini, maka kata demokrasi harus diajarkan dan dipraktikkan dalam kata dan tindakan nyata. Lembaga pendidikan dipandang masyarakat sebagai tempat yang paling manjur untuk mendidik masyarakat agar bisa berperilaku demokrtis. Siswa SLTP sebagai bagian dari masyarakat, juga tidak ketinggalan dari proses tersebut.Katanya, belajar demokrasi diusahakan sedini mungkin. Alasannya, lembaga pendidikan merupakan jembatan emas yang hampir dilalui dilalui semua elemen masyarakat. Petanyaan yang muncul kemudian adalah media seperti apa yang disiapkan SLTP untuk pendidikan demokrasi tersebut? Seperti apa proses demokarsi tersebut di sekolah SLTP Kristoforus 2? Berikut petikan kegiatan pemilihan ketua OSIS sekolah tersebut yang di pandang sangat demokratis.
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), itulah satu-satunya lembaga formal yang ada di setiap sekolah sebagai tempat resmi bagi siswa dalam menyalurkan aspirasinya. Lembaga ini hampir dimiliki oleh semua sekolah tingkat menengah, termasuk menengah pertama (SLTP).Organisasi yang sama juga dimiliki oleh Sekolah Menegah Umum (SMU). Di perguruan tinggi organisasi ini berubah nama menjadi Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM). Hingga hari ini OSIS masih menjadi organisasi formal tempat menyalurkan pendapat yang bervariasi dari kepentingan anggotangya.

OSIS yang sama juga terdapat di SLTP St. Kritoforus 2. Melalui OSIS berbagai ragam pendapat dari para siswa bisa disalurkan. Untuk kesinambungan kegiatannya, maka pada tanggal 15 September 200, diadakan pemilihan ketua OSIS menggantikan pengurus sebelumnya. Prosesnya, diawali dengan terlebih dahulu menjaring para calon ketua dari setiap kelas. Calon ketua OSIS dari setiap kelas itu kemudian melakukan kampanye secara terbuka untuk mencari dukungan dari para siswa. Berbagai strategi kampanye pun dilakukan para calon ketua. Setelah proses penjaringan calon dan kampanye dilalui, maka langkah berikutnya dilakukan pemilihan secara Langsung-Umum-Bebas-Rahasia (LUBER).

Terhadap proses ini, pembina OSIS SLTP Kristoforus 2, Drs. Ig. Hery mengatakan proses ini secara tidak langsung bertujuan mendidik siswa untuk belajar berdemokrasi. Guru Geografi ini melanjutkan, pada proses ini keterlibatan para guru diminimalkan dan membiarkan siswa melakukan sendiri apa yang menjadi kewajibannya. Peran guru hanya sebagai mediator yang siap memberikan penjelasan tentang cara pelaksanaannya jika para siswa membutuhkannya.
Dari hasi pemilihan tersebut maka Dorine Austan (siswa kelas II B) resmi terpilih menjadi ketua OSIS. Lewat kata sambutanya di depan semua para siswa dan guru, siswa berambut pendek ini mengajak semua elemen (siswa-guru-karyawan) Kristoforus 2 untuk ikut secara aktif dalam menyumbangkan pemikiran cerdasnya untuk memajukan sekolah. Ajakan Dorine tersebut dipertegas lagi oleh Bapak Drs. B. Honoratus pada acara pelantikan pengurus OSIS pada tanggal 17 September 2001. Wakil kepala sekolah ini menambahkan, pengurus OSIS harus bisa menjadi teladan bagi semua siswa yang dipimpinnya. Selain itu, pengurus OSIS harus bisa menjalin kerja sama dengan teman-temannya, bisa berkomunikasi dengan para guru termasuk dengan pimpinan sekolah.




Makna Pekerjaan Anda…

16 11 2007

Makna Pekerjaan Anda…

Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan
mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di
Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak
Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di
hotel tersebut. Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak
Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari,
dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel
pintu setiap kamar hotel.

Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim
sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan
mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan
bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan
baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan
“seadanya”, namun pengecekan yang saksama di setiap
engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa
dibuka-tutup tanpa masalah.

Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali
membukan dan menutup pintu tersebut hanya untuk
memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik.
Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar
yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya,
kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu
seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu
30 kamar.

Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan
Pak Lim untuk mengecek pintu semua kamar di hotel itu.
kurang lebih sebulan! Tidak mengejutkan sebenarnya
karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600
kamar.

Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai
lingkaran. setelahpintu kamar terakhir selesai dicek,
Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar
1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu,
dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun.
Pekerjaan semaca ini jelas merupakan pekerjaan
monoton, tanpa variasi dan membosankan! saya sendiri
tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih
bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu
dalam menjalani tugas yang membosankan ini. saya
membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta
melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa
setiap engsel sekedarnya saja.

Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya
kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu
tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya
sungguh diluar dugaan saya. Dia mengatakan,” James,
dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan bahwa
Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya
bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu.
Begini. Tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini
jelas bukan orang sembarangan. mereka biasanya adalah
Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau
Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas
bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan
juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin
20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.

“Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini,
misalnya saja kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka
karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal didalam
kamar. akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat
mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini,
tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada
dibawah tanggungan mereka. Keluarga mereka akan
kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka
dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan
senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran
perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa
tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi
menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis
sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas
saya.”

Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan
panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti
bahwa jika seseorang tahu benar makna dibalik
pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan
bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung
jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak
mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa
tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.

Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda
tahu benar makna dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah
Anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit
bisnis, Kadiv, apakah Anda tahu makna dibalik
pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian ,
Manajer atau Kadiv ?

Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya,
dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga,
dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya
penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi
perusahaannya.

Regards,
JAMES GWEE

________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

http://id.yahoo.com/