jump to navigation

DHARMA MULIA PUTERA INDONESIA & IKRAR PUTRA INDONESIA 1 November 2007

Posted by ai susanto in Paskibra(ka).
trackback

DHARMA MULIA PUTERA INDONESIA

I. Putera Indonesia, adalah makhluk Tuhan Al-Khalik
Yang Maha Esa, dan oleh sebab itu, maka dengan iman
dan ihsan, serta dengan adab ia bertaqwa kepada
Tuhannya.

II. Putera Indonesia adalah makhluk jenis manusia,
oleh sebab ia adalah manusia, maka ia berakhlak selaku
manusia. Pikirannya, perkataannya, dan perbuatannya
terhadap sesama makhluk khususnya sesama umat manusia
digetari oleh getaran rasa kasih sayang dari dalam
lubuk hati nuraninya dan digerakkan oleh daya rasa
keadilan dari budi kemanusiaannya, teristimewa
terhadap sesama Putera Indonesia.

Demikianlah laku dan karya manusia Sang Putera
Indonesia yang dapat dipercaya, beradab, bersila dan
berbudi luhur.

III. Karena darah kelahirannya tumpah di pangkuan Ibu
Pertiwi Indonesia, tumpah di tanah antara air, tumpah
di nusa antara bahari, dan bernafasnya menghirup udara
Indonesia, keperluan hidupnya dicukupi oleh Ibu
Indonesia, maka dengan kepantasan setiap Putera
Indonesia cinta kepada tanah air dan udara yang
diamanatkan oleh Tuhan Penguasa seluruh semesta alam
kepada umat Indonesia dan dengan kepantasan pula
membalas budi kepada ibu-nya. Suka dan rela berkorban
untuk melindunginya, memandunya, sambil berjuang tanpa
putus asa untuk mensejahterakan peri kehidupan Bangsa
Indonesia.

Sebagai putera se-ibu, setiap Putera berkesadaran,
berpandangan, dan bertata cara hidup selaku anggota
satu keluarga persatuan, ialah keluarga PERSATUAN
INDONESIA.

Demikianlah jiwanya : Jiwa Indonesia, pribadinya :
Pribadi Indonesia, perilakunya: Beradat Indonesia,
karya budi dayanya : Karya Budi Daya Indonesia.
Perhatian dan darma bhaktinya berpusat pertama – tama
dan terutama bagi kepentingan Indonesia, bukan
kepentingan lebih dari itu, apalagi kepentingan
dirinya sendiri.

IV. Setiap manusia, juga setiap Putera Indonesia, pada
hakekatnya adalah sama. Sama hak azasinya, sama daulat
pribadinya, sama daulat kerakyatannya. Itulah azas
kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan setiap bangsa di
atas dunia, demi peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Peri kehidupan putera – putera Indonesia dalam suatu
wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berdasarkan Pancasila, dipimpinkannya kepada hukum
yang mengandung kebijaksanaan sebagai mufakat yang
dicapai oleh wakil-wakilnya dalam permusyawaratan /
perwakilan.

Azas kemerdekaan yang dengan jujur, ditata dan
ditertibkan sedemikian itu, dengan disiplin pula
dipatuhinya dan tanpa putus asa menanggulangi segala
kesukaran dalam menjaga tetap berlakunya
ketatatertiban itu agar Indonesia dan putera puteranya
tetap merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Demikianlah dengan Ridho Tuhan Yang Maha Esa, segenap
Putera Indonesia selaku pandu – pandu ibunya, dengan
watak ksatria, rasa tanggung jawab dan dengan gembira
berjuang bersama – sama untuk mengadakan dan menjaga
adanya masyarakat yang adil, tetapi juga yang makmur
dalam peri kehidupan kebendaan yang dapat untuk
membekali peri kehidupannya di masa sesudah
meninggalkan hidup di dunia ini.

Selangkah demi selangkah, dengan cermat dan tepat,
hemat dan bersahaja, berupayalah segenap Putera
Indonesia, bersama – sama, untuk mewujudkan cita cita
bangsanya, ialah masyarakat Pancasila sebagai
warganya, dalam keadaan yang aman dan sentausa, jaya
dan mulia, serta bemanfaat di antara dan bagi
masyarakat bangsa -bangsa di bumi ini.

IKRAR PUTERA INDONESIA

Aku mengaku Putra Indonesia dan berdasarkan pengakuan
itu :

•- Aku mengaku bahwa aku adalah makhluk Tuhan
Al-Khalik Yang Maha Esa dan bersumber padanya
•- Aku mengaku bertumpah darah satu. Tanah Air
Indonesia
•- Aku mengaku berbangsa satu. Bangsa Indonesia.
•- Aku mengaku berjiwa satu. Jiwa Pancasila
•- Aku mengaku berbudaya satu. Budi daya bahasa
Indonesia
•- Aku mengaku bernegara satu. Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila
•- Aku mengaku bertujuan satu masyarakat adil dan
makmur berdasarkan Pancasila sesuai dengan isi
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
•- Aku mengaku bercara karya satu. Perjuangan besar
dengan akhlak dan ikhsan menurut ridha Tuhan Yang Maha
Esa.

Berdasarkan pengakuan-pengakuan ini dan demi
kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh
menjalankan kewajibanku untuk mengamalkan semua
pengakuan ini dalam karya hidupku sehari-hari.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati niatku ini
dengan taufiq dan hidayah-Nya serta inayah-Nya.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: