jump to navigation

Arahkan Pembinaan Pemuda ke Wirausaha 5 Desember 2007

Posted by ai susanto in Kepemudaan.
trackback

Arahkan Pembinaan Pemuda ke Wirausaha
Kompas.com – Kamis, 17 Juni 2004

Jakarta, Kompas – Daripada terjebak dukung-mendukung kepentingan politik, pembinaan kepemudaan lebih produktif jika diarahkan ke sektor wirausaha. Sektor wirausaha memungkinkan pemuda mengembangkan kemandiriannya, sekaligus memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat usia produktif.

Sebagai perangsang, Depdiknas secara rutin menggulirkan program pendidikan kecakapan hidup terhadap pemuda yang punya nyali untuk berusaha mandiri. Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (PLSP) Depdiknas Fasli Jalal seusai peluncuran Pameran Pendidikan Pemuda dan Olahraga 2004 di Jakarta, Rabu (16 /6 ).

Pameran yang melibatkan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) tersebut dijadwalkan berlangsung 25-29 Agustus 2004, dengan mengikutsertakan antara lain lembaga-lembaga kursus, organisasi kepemudaan, industri, penerbit buku, dan LSM dari berbagai provinsi.

Dana perangsang

Fasli menyebutkan sejumlah bidang usaha yang potensial untuk dikembangkan oleh organisasi kepemudaan sesuai kondisi alam, sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Misalnya, pertanian, perikanan, peternakan, pertukangan, maupun perdagangan. Sama dengan tahun lalu, untuk kegiatan tersebut, tahun ini pun Direktorat Jenderal PLSP Depdiknas menyediakan dana perangsang sekitar Rp 25 miliar.

“Bidang sosial budaya pun tetap ada peluang mendapatkan dana perangsang, sepanjang proposalnya memenuhi kelayakan. Misalnya kelompok seni campur sari dan grafika,” kata Fasli.

Tahun ini, dengan anggaran Rp 25 miliar tersebut Ditjen PLSP menawarkan bantuan tiga jenis paket pembinaan pemuda.

Pertama, lembaga kepemudaan yang bergerak di bidang pemberdayaan pemuda sebanyak 218 paket. Di tingkat pusat, ditawarkan 40 paket, masing-masing senilai Rp 75 juta, sedangkan di tingkat daerah (seluruh provinsi) ditawarkan 178 paket, masing-masing senilai Rp 50 juta.

Kedua, sarjana penggerak pembangunan pedesaan (SP-3 ) yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Mereka diharuskan terjun ke desa selama dua tahun. Ditawarkan 60 paket, masing-masing senilai Rp 25 juta.

Ketiga, kelompok usaha pemuda produktif (KUPP), berupa kumpulan beberapa pemuda yang memiliki minat yang sama untuk berusaha. Ditawarkan 1.097 paket, masing- masing senilai Rp 10 juta. (NAR)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: