jump to navigation

Seni Memilih Juri TUB dan BB 18 Februari 2008

Posted by ai susanto in Kepemudaan, OSIS, Paskibra(ka).
trackback

Dari beberapa pengalaman menjadi panitia pelaksana lomba TUB dan BB Tingkat Kota Magelang, hal paling krusial adalah penetapan Juri Lomba. Kenapa demikian, tentunya hal tersebut karena lomba TUB dan BB adalah lomba yang tidak terukur. Artinya, tidak seperti sepak bola; yang mendapatkan gol terbanyak itulah yang akan menang. Jadi kunci utama pelaksana lomba ini adalah sebuah kepercayaan peserta kepada Juri dan panitia pelaksana. Dimana juri memang bisa memberikan penilaian secara valid dan reliabel dan panitia memang menjalakan tugasnya dengan netral dan profesional.

Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran bahwa sebenarnya dalam menentukan juri pun panitia tidak mudah dan tidak ada sedikitpun keinginan dari panitia ‘menciderai’ pelaksanaan lomba dengan memihak kepada salah satu atau beberapa tim peserta lomba.

Pemilihan Juri dalam setiap kali kami melaksanakan lomba mendapatkan porsi perhatian yang cukup besar, karena kami memang menyadari bahwa lomba ini unsur subyektifitasnya sangat tinggi. Maka diperlukan kriteria-kriteria untuk mengkondisikan agar penilaian yang diberikan juri dapat seobyektif mungkin.

Beberapa aspek dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan juri diantaranya :

– Netralitas
– Kemampuan teknis memadai
– Profesional
– Pengalaman
– Pemberdayaan dan kaderisasi

Setidaknya 4 aspek tersebut yang kami jadikan sebagai pedoman dalam menentukan juri.

– Netralitas disini dimaksudkan bahwa seseorang yang telah ditetapkan sebagai juri maka dirinya tidak melatih, pernah melatih, atau sedang melatih salah satu dan/atau beberapa peserta lomba.

– Kemampuan Teknis Memadai disini berarti memang juri ditunjuk karena memang menguasai materi BB dan/atau TUB. Seorang juri akan dapat memberkan penilaian secara obyektif apabila memiliki kemampuan yang memadai mengenai materi lomba.

– Profesionalitas seorang juri sangat diperhatikan, bagaimana seorang juri mampu memahami dan menerapkan aspek-aspek yang telah ditentukan dalam petunjuk teknis dan pedoman penilaian.

– Pengalaman seorang juri juga diperlukan. Baik pengalaman dalam mengajarkan materi yang dilombakan, pengalaman penjurian maupun pengalaman mengikuti lomba. Pengalaman disini bukan menitik beratkan kepada usia, karena usia seseorang tidaklah menjamin pengalaman yang dimiliki.

– Selain keempat kriteria diatas, kami juga harus mempertimbangkan aspek pemberdayaan dan kaderisasi juri. Artinya apa? Bahwa semaksimal mungkin kita mencari juri yang berasal dari wilayah Kota Magelang dan juga menggabungkan antara generasi ‘tua’ dengan generasi ‘muda’.

Selain kriteria dalam menentukan juri, ada beberapa hal juga yang kami susun sebagai bentuk komitmen kami dalam menjaga netralitas dan obyektivitas dari penilaian, diantaranya :

– Juri semaksimal mungkin dikondisikan tidak mengetahui peserta berasal dari sekolah mana, dengan menghilangkan Laporan dari Peserta Lomba kepada Dewan Juri. Juri hanya mengetahui nomor peserta lomba.
– Memberikan kriteria yang jelas mengenai aspek yang dinilai dan peserta mengetahui dengan jelas dan terbuka mengenai aspek-aspek penilaian dan pembobotan penilaian.
– Pengumuman dilaksanakan sesegera mungkin setelah peserta selesai melaksanakan lomba. Panitia pelaksana mentargetkan dalam waktu menit setelah peserta terakhir selesai melaksanakan lomba dapat langsung mengumumkan hasil pemenang lomba.

Jadi, pada prinsipnya panitia telah berusaha dengan semaksimal mungkin untuk dapat menetapkan juri yang netral, profesional, obyektif, valid dan reliabel. Namun demikian juri adalah seorang manusia biasa, bukan dewa dan bukan pula superman. Jadi unsur subyektivitas juri memang tidak dapat dihilangkan 100%, subyektivitas (selera) juri tetaplah mewarnai. Namun demikian meskipun bukan superman, juri bisa menjadi superteam. Dengan berpedoman kepada batasan-batasan serta kriteria-kriteria yang ditentukan dalam petunjuk penilaian maka diharapkan unsur subyektivitas (selera) juri dapat ditekan semaksimal mungkin.

Komentar»

1. Beberapa Pertanyaan, Masukan dan Saran dari Peserta Lomba TUB dan BB « KAHLIL POOH : Tentang Paskibra, Paskibraka & OSIS Kota Magelang - 19 Februari 2008

[…] Juri sudah dipilih dengan seksama dan senetral dan seobyektif mungkin (bisa dibaca dalam postingan sebelumnya : Seni memilih Juri TUB dan BB) […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: