jump to navigation

Sunzi 2 Desember 2007

Posted by ai susanto in Motivasi.
add a comment

“Mereka yang mengerti keadaan lawan dan keadaan diri sendiri akan memenangkan banyak pertempuran. Mereka yang tidak mengerti keadaan lawan tapi mengerti keadaan diri sendiri masih mempunyai kesempatan untuk memenangkan sebuah pertempuran (atau kalah). Tetapi, mereka yang tidak mengerti keadaan lawan, bahkan tidak mengerti keadaan diri sendiri, dapat dipastikan akan kalah dalam setiap pertempuran.” (Sunzi)

Iklan

Sahabat 1 Desember 2007

Posted by ai susanto in Motivasi.
add a comment

Sahabat

Sahabat adalah… seseorang yang bisa diam bersama kita dalam masa keputusasaan,
atau kebingungan tanpa menghakimi,
tidak menawarkan pemecahan masalah,
ketika kita belum siap untuk memecahkannya,
dan tidak memotong pembicaraan saat kita ingin bicara.

Sahabat adalah… tempat dimana kita bisa mengatakan dengan bahasa apapun,
dan pilihan kata manapun mengeluarkan semua isi hati, beban hidup,
melepaskan tangis yang kita tahan, malu yang kita sembunyikan,
dan melampiaskan semua hal yang kita pendam.

Sahabat adalah… seseorang yang bisa menoleransi ketidaktahuan dan ketidaksembuhan,
tidak menyuruh kita berhenti menangis saat kita sedang menangis
dan ada bersama kita dalam menghadapi kenyataan atau ketidakmampuan,
tanpa melihat siapa kita, siapa teman kita dan apa jabatan kita.

a friend will strengthen you with her prayers,
bless you with her love, encourage you with her heart

don’t walk in front of me, I may not follow…
don’t walk behind me, I may not lead…
Just walk beside me, and be my friend…

Tukang Kayu – Proyek Kehidupan 26 November 2007

Posted by ai susanto in Motivasi.
add a comment

*Tukang Kayu*

Seorang tukang kayu yang sudah tua dan tidak lagi
mampu bekerja karena alasan fisik, bermaksud pensiun
dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi.

Ia
menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik
perusahaan. Tentu saja, karena tidak lagi bekerja,
ia
akan kehilangan penghasilan bulanannya untuk
menghidupi keluarganya. Namun keputusan itu sudah
bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan
menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian
bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah
seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada
tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi
pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa
terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak
sepenuhnya dicurahkan.

Dengan persaan malas dan
ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Dan saat
membangun rumah pesanan majikannya itu, ia
menggunakan
bahan-bahan dengan kualitas yang sangat rendah.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya
bukanlah sebuah rumah dengan kualitas yang baik.
Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan
prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah
yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah
pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu,” katanya,
“hadiah dari kami.”

Betapa terkejutnya si tukang kayu.Betapa malu dan
menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia
sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya
sendiri,
ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain
sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah
yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala,
banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan
cara
yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala
kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan,
pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak
memberikan yang terbaik.

Pada akhir perjalanan kita
terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan
dan
menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang
kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya
sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan
cara
yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.
Renungkan
rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita
memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan
atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan
sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya
sekali
saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup
satu
hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk
hidup
penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa
diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah
akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini.

Hari perhitungan adalah milik Pencipta, bukan kita,
karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan
kemenangan.

Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri.

____________________________________________________________________________________
Be a better sports nut! Let your teams follow you
with Yahoo Mobile. Try it now.

http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ

Makna Pekerjaan Anda… 16 November 2007

Posted by ai susanto in Motivasi.
add a comment

Makna Pekerjaan Anda…

Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan
mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di
Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak
Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di
hotel tersebut. Bagi saya pekerjaan sehari-hari Pak
Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari,
dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel
pintu setiap kamar hotel.

Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim
sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan
mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan
bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan
baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan
“seadanya”, namun pengecekan yang saksama di setiap
engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa
dibuka-tutup tanpa masalah.

Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali
membukan dan menutup pintu tersebut hanya untuk
memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik.
Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar
yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya,
kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu
seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu
30 kamar.

Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan
Pak Lim untuk mengecek pintu semua kamar di hotel itu.
kurang lebih sebulan! Tidak mengejutkan sebenarnya
karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600
kamar.

Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai
lingkaran. setelahpintu kamar terakhir selesai dicek,
Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar
1001. Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu,
dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun.
Pekerjaan semaca ini jelas merupakan pekerjaan
monoton, tanpa variasi dan membosankan! saya sendiri
tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih
bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu
dalam menjalani tugas yang membosankan ini. saya
membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta
melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa
setiap engsel sekedarnya saja.

Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya
kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu
tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya
sungguh diluar dugaan saya. Dia mengatakan,” James,
dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan bahwa
Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya
bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu.
Begini. Tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini
jelas bukan orang sembarangan. mereka biasanya adalah
Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau
Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas
bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan
juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin
20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.

“Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini,
misalnya saja kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka
karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal didalam
kamar. akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat
mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini,
tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada
dibawah tanggungan mereka. Keluarga mereka akan
kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka
dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan
senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran
perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa
tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi
menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis
sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas
saya.”

Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan
panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti
bahwa jika seseorang tahu benar makna dibalik
pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan
bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung
jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak
mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa
tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.

Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda
tahu benar makna dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah
Anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit
bisnis, Kadiv, apakah Anda tahu makna dibalik
pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian ,
Manajer atau Kadiv ?

Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya,
dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga,
dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya
penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi
perusahaannya.

Regards,
JAMES GWEE

________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

http://id.yahoo.com/

Bahagia Menjadi Nomor Dua 5 November 2007

Posted by ai susanto in Motivasi.
add a comment

Bahagia Menjadi Nomor Dua
Gede Prama

Puluhan tahun lalu, David C McClelland dikenal dengan idenya tentang masyarakat berprestasi. Hampir di setiap negara, korporasi tertarik mempercepat pertumbuhan dengan menginjeksikan virus motivasi berprestasi.

Fundamental dalam ide ini, kehidupan hanya layak dijalani bila menjadi nomor satu. Dan sekian puluh tahun setelah ide ini berlalu, tampaknya penyebaran virusnya masih berjalan cepat.

Di dunia korporasi, pusat pertumbuhan dari mana masa depan disiapkan, ditandai oleh semakin derasnya penyebaran virus ini.

Dalam pergeseran-pergeser an kekuasaan negara juga serupa. Yang berpengaruh adalah tokoh seperti George W Bush, John Howard yang agresif, diimbangi teroris yang tidak kalah agresif. Sebagai hasilnya, suhu hubungan antarmanusia di dunia memanas dari hari ke hari.

Soal implikasi kemajuan materi dari injeksi virus berprestasi, memang tidak diragukan. Namun semua ada ongkosnya. Kedamaian, kebahagiaan, dan kenyamanan jiwa hanya sebagian hal yang harus dikorbankan.

Isu pemanasan global yang belakangan ditiupkan ulang secara besar-besaran oleh Al Gore, belum terlihatnya tanda-tanda perdamaian akibat serangan AS ke Afganistan dan Irak, serta memanasnya suhu politik di beberapa negara yang dulu sejuk seperti Thailand dan Myanmar hanyalah sebagian tanda.

Negeri ini juga serupa. Sepuluh tahun reformasi ditandai gesekan-gesekan antarelite yang berebut menjadi nomor satu. Di zaman pemilihan kepala daerah secara langsung, rakyat teramat sibuk melayani elite yang semuanya mau nomor satu.

Rahasia-rahasia sentuhan

Sebagaimana ditulis Daoed Joesoef tentang ekonomi Jepang, tiang penopang kemajuan Jepang yang mengagumkan itu adalah ibu rumah tangga yang melaksanakan tugas keibuannya dengan rasa bangga dan bahagia.

Cerita India juga serupa. Begitu India merdeka, Mahatma Gandhi ikhlas memberikan kursi perdana menteri kepada Nehru. Sebuah keputusan yang menyelamatkan India, sekaligus memberi kesempatan India bertumbuh tanpa diganggu virus perseteruan menjadi nomor satu.

Mohammad Hatta adalah legenda Indonesia. Ia berbahagia mengisi hidupnya dengan menjadi nomor dua. Saat itu, beberapa kali terjadi perselisihan dengan orang nomor satu. Ia selamatkan negeri ini dengan cara berbahagia menjadi nomor dua.

Di Timur pernah lahir guru agung dengan cahaya terang. Jauh sebelum ia mengalami pencerahan, guru ini pernah terlahir sebagai kura-kura. Suatu hari di tengah lautan, kura-kura ini melihat manusia terapung. Hanya karena menempatkan hidup orang lebih penting daripada hidupnya, ia gendong manusia ini ke pinggir pantai. Setelah kelelahan di pantai, ia tertidur. Saat terbangun, tubuhnya sudah dalam keadaan diselimuti ribuan semut. Lagi-lagi karena menganggap hidup orang lebih penting daripada hidupnya, ia biarkan ribuan semut memakan tubuhnya. Padahal, hanya dengan gerakan ke laut, ia selamat dari ribuan semut ini.

Terinspirasi kehidupan seperti inilah, lalu lahir orang-orang seperti Master Hsing Yun. Dalam karya indahnya, The Philosophy of Being Second, guru rendah hati yang banyak dipuji ini bertutur tentang rahasia hidupnya. Di salah satu pojok bukunya, ia menulis, “you are important, he is important, I am not”.

Orang lain lebih penting

Memang terdengar aneh, terutama bagi mereka yang biasa menyembah ego, meletakkan nomor satu sebagai satu-satunya kelayakan kehidupan. Namun, bagi raksasa pelayanan kelas dunia seperti Singapore Airlines, keberhasilan mereka dikarenakan rajin mengajari orangnya bahwa “orang lain penting, saya tidak penting”. Dalai Lama is a living spiritual giant. Mendapat Nobel Perdamaian dan penghargaan sivil tertinggi di AS yang membuatnya sejajar George Washington dan Paus Yohanes Paulus II. Rahasia di balik semua ini juga serupa, musnahnya semua ego, hanya menyisakan kebajikan.

Lebih-lebih pejalan kaki di jalan Tuhan dan Buddha. Hampir tidak pernah terdengar bahwa ego dan kecongkakan membawa seseorang sampai di tempat jauh. Mereka yang dikagumi di jalan ini hampir selalu ditandai oleh kesediaan menempatkan orang lain di nomor satu, lalu membangun kebahagiaan dengan membahagiakan orang lain.

Bagi seorang Master Hsing Yun malah lebih jauh lagi, being touched is the most wonderful thing in life. Tersentuh, apalagi sampai menitikkan air mata, adalah pengalaman batin yang menawan. Siapa pun yang berhasil membuat orang lain tersentuh tidak saja sedang menciptakan kebahagiaan, tetapi juga membuat orang membangun tembok kesetiaan yang susah ditembus.

Di sebuah pojokan kehidupan guru rendah hati ini, pernah terjadi ia demikian dipuji, dikagumi. Sehingga tidak saja dirinya yang menitikkan air mata, langit yang biru tanpa awan sedikit pun ikut meneteskan air mata dengan menurunkan hujan. Seperti sedang bercerita, tidak ada kecongkakan yang menyentuh hati. Kebajikan, ketulusan, dan kesediaan membangun kebahagiaan di bawah kebahagiaan orang lain, itulah rahasia-rahasia sentuhan.

Alam memang penuh tanda. Ia tidak melarang manusia menjadi nomor satu. Jumlah batu yang menjadi puncak gunung jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang menjadi lereng dan dasar gunung. Bila usaha hanya berujung pada nomor dua, ia sebuah pertanda mulia: kita sedang menjadi lereng dan membuat orang lain jadi nomor satu, di puncak. Bukankah ini sikap yang menyentuh?

Perlambang alam lain, kelapa tumbuh di pantai, cemara tumbuh di gunung. McClelland telah membuat banyak manusia jadi nomor satu, lengkap dengan hawa panas ala kelapa di pantai. Master Hsing Yun memberikan inspirasi tentang kehidupan yang menyentuh karena berbahagia jadi nomor dua, mempersilakan orang lain menjadi nomor satu, mirip cemara yang sejuk di gunung.

Bila pencinta nomor satu berfokus pada menjadi benar dan hebat, kesejukan ala cemara berfokus pada menjadi baik dan menyentuh. Ia serupa kisah tiga anak yang memilih tiga buah pir pemberian tetangga. Murid McClelland akan memilih yang terbesar dan tersegar. Anak yang batinnya sejuk akan memilih yang terkecil dan terjelek. Ia berbahagia melihat orang lain menikmati buah pir yang besar dan segar. Dan Anda pun bebas memilih ikut yang mana.

Gede Prama Bekerja di Jakarta; Tinggal di Desa Tajun, Bali Utara

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

Sahabat 31 Oktober 2007

Posted by ai susanto in Motivasi.
add a comment

Sahabat

Sahabat adalah…
Seseorang yang bisa diam bersama kita dalam masa
keputusasaan, atau kebingungan tanpa menghakimi, tidak
menawarkan pemecahan masalah, ketika kita belum siap
untuk memecahkannya, dan tidak memotong pembicaraan
saat kita ingin bicara.

Sahabat adalah…
Tempat dimana kita bisa mengatakan dengan bahasa
apapun, dan pilihan kata manapun, mengeluarkan semua
isi hati, beban hidup, melepaskan tangis yang kita
tahan, malu yang kita sembunyikan, dan melampiaskan
semua hal yang kita pendam.

Sahabat adalah…
Seseorang yang bisa menoleransi ketidaktahuan dan
ketidaksembuhan, tidak menyuruh kita berhenti menangis
saat kita sedang menangis dan ada bersama kita dalam
menghadapi kenyataan atau ketidakmampuan, tanpa
melihat siapa kita, siapa teman kita dan apa jabatan
kita.

a friend will strengthen you with her prayers,
bless you with her love, encourage you with her heart
don’t walk in front of me, I may not follow…
don’t walk behind me, I may not lead…
Just walk beside me, and be my friend…

________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

JANJI 31 Oktober 2007

Posted by ai susanto in Motivasi.
add a comment

JANJI
Touching story from India.

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran.
Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke
sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.
Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya,
namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya banjir di
depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu
asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak
yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru
8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini.
Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali
kalau makan curd rice ada “cooling effect”.

Aku mengambil mangkok dan berkata Sindu sayang, demi
ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini?
Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.

Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang
punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air
mata dengan tangannya, dan berkata boleh ayah akan
saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok
tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta
agak ragu2 sejenak akan minta sesuatu sama ayah bila
habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi
permintaan saya?

Aku menjawab oh pasti, sayang.

Sindu tanya sekali lagi, betul nih ayah ?

Yah pasti sambil menggenggam tangan anakku yang
kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,
istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil
berkata tanpa emosi, janji kata istriku. Aku sedikit
khawatir dan berkata: Sindu jangan minta komputer atau
barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini
tidak punya uang.

Sindu menjawab : jangan khawatir, Sindu tidak minta
barang2 mahal kok. Kemudian Sindu dengan
perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia
bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu.

Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang
memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak
disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku
dengan mata penuh harap, dan semua perhatian (aku,
istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata
Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakin pada hari
Minggu. Istriku spontan berkata permintaan gila, anak
perempuan dibotakin, tidak mungkin.

Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga
kita, dia terlalu banyak nonton TV dan program2 TV itu
sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk: Sindu kenapa kamu tidak minta hal
yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak. Tapi
Sindu tetap dengan pilihannya, tidak ada yah, tak ada
keinginan lain, kata Sindu.

Aku coba memohon kepada Sindu : tolonglah kenapa kamu
tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.

Sindu dengan menangis berkata : ayah sudah melihat
bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu
asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi
permintaan saya. Kenapa ayah sekarang mau
menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah
mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi
janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi
seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu
kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta,
harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan
anakku : janji kita harus ditepati.

Secara serentak istri dan ibuku berkata : apakah aku
sudah gila?

Tidak, jawabku, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia
tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya
sendiri. Sindu, permintaanmu akan kami penuhi. Dengan
kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya
besar dan bagus.

Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku
melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan
melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku
membalas lambaian tangannya.

Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil
berteriak : Sindu tolong tunggu saya.

Yang mengejutkanku ternyata, kepala anak laki2 itu
botak.

Aku berpikir mungkin”botak” model jaman sekarang.
Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar
dari mobil dan berkata: anak anda, Sindu benar2 hebat.
Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang,
Harish adalah anak saya, dia menderita kanker
leukemia. Wanita itu berhenti sejenak, nangis
tersedu-sedu, bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,
karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi
botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut
diejek/dihina oleh teman2 sekelasnya. Nah Minggu lalu
Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya
untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya
saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau
mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish.
Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai
anak perempuan yang berhati mulia.

Aku berdiri terpaku dan aku menangis, malaikat
kecilku, tolong ajarkanku tentang kasih.

________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

http://id.yahoo.com/